Ratusan Sopir Angkot di Malang Demo Tolak Operasional Trans Jatim Koridor 2
Kota Malang,- Kurang lebih ada Ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Front Aliansi Sopir Angkutan Malang (ASAM) tadi pagi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Senin (28/9/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan serta penolakan terhadap rencana pengoperasian Trans Jatim Koridor 2 (dua) yang ada di wilayah Malang Raya.
Para sopir meminta pemerintah menyelesaikan terlebih dahulu berbagai persoalan yang mereka nilai muncul sejak beroperasinya Trans Jatim Koridor 1(satu).
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah kendaraan angkot serta membentangkan spanduk berisi tuntutan.
Salah satu spanduk bertuliskan, “Kami 494 Sopir Malang Raya Menuntut Keadilan”, Serta mencantumkan nama Front Aliansi Sopir Angkutan Malang.
Ketua Front ASAM, Andre, mengatakan pihaknya menolak pengoperasian Koridor 2 (dua) sebelum persoalan yang berkaitan dengan Koridor 1 (satu) diselesaikan.
Menurut dia, operasional Koridor 1 (satu) dinilai berdampak terhadap keberlangsungan pengemudi angkot.
Pihaknya juga mempersoalkan sejumlah halte yang disebut tidak sesuai dengan kesepakatan sejak awal.
“Kami tetap menolak Koridor 2(dua) Trans Jatim sebelum permasalahan Koridor 1(satu) diselesaikan sepenuhnya,” kata Andre dalam aksi tersebut.
Selain persoalan halte dan dampak terhadap pendapatan sopir, massa juga mempertanyakan mekanisme kompensasi yang disebut sebagai scraping.
Para sopir meminta adanya kejelasan mengenai kebijakan tersebut serta keterlibatan pemerintah dalam menjamin keberlangsungan angkutan kota malang.
Aksi tersebut sempat berdampak menimbulkan kemacetan panjang terhadap arus lalu lintas di Jalan Raden Intan, kawasan menuju Terminal Arjosari.
Sejumlah angkot digunakan dalam aksi sehingga sebagian ruas jalan sempat tertutup dan menimbulkan kepadatan lalu lintas serta menimbulkan kemacetan.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyatakan tuntutan para sopir telah disampaikan dan diteruskan kepada Dishub Provinsi Jawa Timur untuk menjadi bahan evaluasi, termasuk mengenai persoalan kompensasi.
Pemkot Malang juga menyebut telah menyiapkan program angkutan pelajar yang melibatkan armada angkot sebagai salah satu upaya memberikan peluang serta, pendapatan bagi pengemudi.
Pemerintah juga menyatakan skema pemberdayaan sopir angkot akan tetap dibahas seiring rencana operasional Trans Jatim Koridor 2 (dua)
Dan Rencana Koridor 2 (dua) sendiri tengah dipersiapkan untuk beroperasi di Malang Raya.
Dishub Kota Malang sebelumnya mencatat adanya rencana penyediaan armada feeder untuk mengakomodasi trayek angkot yang terdampak sekaligus menghubungkan penumpang dari jalan-jalan yang tidak dapat dilalui bus Trans jatim.
Aksi tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara kelompok sopir angkot dengan pemerintah mengenai pelaksanaan integrasi transportasi publik di Malang Raya.
Para sopir juga meminta persoalan Koridor 1(satu) dituntaskan terlebih dahulu, sementara pemerintah menyatakan keberadaan Trans Jatim tetap akan diikuti skema pemberdayaan bagi pengemudi angkot.
Dan para supir juga berjanji dan sepakat akan tetap bertahan di kantor Dishub Kota Malang sambil menunggu Wali Kota Malang dan Juga DPRD Kota Malang hadir.
Penulis Wafi
